PAKAR BAYI
Ibu Pintar | Bayi Sehat | Bayi Cerdas
Tips merawat tali pusar

Kelahiran seorang bayi merupakan saat-saat yang sangat membahagiakan dan ditunggu-tunggu oleh suami, istri, dan anggota keluarga yang lain. Bayi yang lahir dengan sehat dalam kondisi yang sempurna anggota badannya dan berfungsi dengan baik adalah hal yang paling diharapkan oleh orang tua. Orang tua yang baik tentunya berusaha menjaga bayinya sejak dalam kandungan maupun setelah bayi lahir.

Merawat bayi baru lahir merupakan saat yang menyenangkan sekaligus menegangkan, terutama bagi yang belum pernah mempunyai anak maupun belum pernah merawat bayi. Ketika bayi lahir, kondisi bayi masih lemah sehingga butuh perhatian dan penjagaan yang serius. Semua anggota tubuh bayi masih rawan, tetapi yang paling rawan adalah bagian kepala terutama ubun-ubunnya dan tali pusar bayi.

Tali pusar sebenarnya adalah bagian dari plasenta yang ketika bayi masih dalam kandungan merupakan saluran bagi sang bayi untuk mendapatkan makanan. Ketika bayi lahir tali pusar ini dipotong hingga menyisakan beberapa sentimeter saja pada perut bayi. Kondisi tali pusar setelah bayi lahir tentu saja masih basah namun akan kering dan putus dalam beberapa hari selama benar dalam perawatannya.

Merawat tali pusar bayi sebenarnya tidak sulit, namun juga tidak boleh diremehkan. Tidak perlu mempercayai mitos-mitos yang tidak masuk akal seperti menyimpan tali pusar bayi yang sudah putus dan dapat digunakan sebagai obat jika bayi mengalami demam.

Dalam dunia kesehatan memang ada saja penemuan-penemuan baru, termasuk cara merawat tali pusar. Dahulu tali pusar bayi yang baru lahir diberi alkohol atau betadin. Namun sekarang justru tidak dianjurkan untuk menggunakan alkohol maupun betadin kecuali jika terjadi infeksi. Ada beberapa tips merawat tali pusar bayi yang sederhana. Hendaknya tali pusar bayi dijaga supaya jangan sampai kotor dan basah. Setelah bayi dimandikan, segera keringkan tali pusarnya. Jika badan bayi diberi minyak dan bedak, maka jangan sampai mengenai tali pusarnya.

Bungkus tali pusar dengan kain kasa yang lembut dan berongga supaya tidak terluka dan cepat kering. Hindari popok bayi atau celananya mengenai tali pusar karena dikhawatirkan bila bayi buang air kecil, air kencingnya merambat melalui popok atau celana sehingga mengenai tali pusar. Hal ini dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya.

9 Comments to “Tips merawat tali pusar”

  1. The Special Mom mengatakan:

    Belajar dari pengalamannya harus ganti hati, ketika dua hari lalu memperoleh
    cucu kembar, Dahlan Iskan, chairman/CEO Jawa Pos, meminta agar tali pusat
    cucunya itu disimpan. Bukan dengan cara tradisional, melainkan dengan cara baru
    yang lagi banyak dicoba di seluruh dunia: menyimpannya di bank tali pusat di
    Singapura.

    Yang disimpan itu sebenarnya tidak lagi berupa tali pusat, tapi darah yang
    diambil dari tali pusat. Darah yang sudah dimasukkan dalam kantong plastik
    dengan didesain khusus itulah yang dikirim ke Singapura. Di sana darah tersebut
    dipisah-pisahkan lagi untuk hanya diambil inti selnya.

  2. fa mengatakan:

    klu punya pusar 2 d perut itu knpa ea…???
    apa ada gangguan atau bagaimana?
    tolong beri penjelasan, terimkasih.

  3. Roch Aksiadi mengatakan:

    Terima kasih infonya… kebetulan anak saya sudah 10 hari tapi tali pusarnya belum lepas… jadi saya agak takut jangan-jangan terinfeksi….

    Salam Kenal

  4. nengsri hayati mengatakan:

    bayi saya sudah berusia 5 bulan, sampai saat ini tali pusarnya sering basah sendiri dan agak berbau, sudah 2 kali ke dokter dan diberikan pengobatan, diagnosa dokter infeksi umbilikal. Setelah diberikan pengobatan sesuai anjuran memang kering (tdk basah lagi) namun setelah 1 minggu basah lagi, basahnya berasal dari dalam…. gimana ya dok apakah berbahaya atau tidak, sampai saat ini alhamdulillah anak tidak rewel dan BB nya meningkat, mohon penjelasannya ya dok, THX…

  5. savita rachma mengatakan:

    bayi saya umur 13 hari, tp tali pusarnya tidak kunjung lepas, ditambah lg pangkalnya berwarna putih seperti bernanah. mohon penjelasannya dan apa yg harus saya lakukan? trims.

  6. ussi mengatakan:

    Bayi saya berusia 40 hari… Pada hari ke 6 tali pusat nya sudah tanggal…dan alhamdullilah tidak apa2.tp sekarang setelah 40 hari pusat nya berair dan warna nya agak kemerahan seperti lecet dan agak berbau..saya takut apa yg hruus saya lakukan,trims

  7. azis mengatakan:

    bayi saya berumur 2 bulan, setelah lahir pusarnya tidak boleh di ksih apa2, setelah puput sampai sekarang koq masih agak basah, knapa yah ?
    trus apa yang harus saya lakukan ?

  8. gin mengatakan:

    Tali pusar basi dua bulan masih saja basah, bagaimana cara merawatnya? agar cepat kering

Leave a Reply