PAKAR BAYI
Ibu Pintar | Bayi Sehat | Bayi Cerdas
Tempat tidur bayi

Biasanya, inilah barang yang pertama kali dibeli oleh para calon orang tua baru, sebuah tempat tidur mungil dimana bayi pertama mereka menghabiskan hari-harinya berbaring dan beristirahat.

tempat tidur bayi

Banyak jenis tempat tidur yang dijual dengan berbagai bentuk dan fungsi, kecil dan besar, dan seringkali orang tua bertanya-tanya bagaimanakah cara memilih tempat tidur yang tepat untuk bayi mereka.Pastikan bahwa tempat tidurnya cukup lebar dan tidak terlalu sempit sehingga bayi anda memiliki cukup ruang untuk bergerak.

Semakin lebar tempat tidur semakin bagus sehingga bayi anda tidak stres. Tempat tidur yang lebar juga dapat dipakai sebagai ruang bermain yang aman untuk bayi anda sehingga anda tak perlu was-was akan keamanannya dan tak harus memindahkannya kesana kemari untuk mencari tempat yang lebih luas. Jangan terlalu banyak meletakkan barang di dalam tempat tidurnya karena dapat mengganggu ruang geraknya.

Pilihlah kasur yang tidak terlalu tipis namun juga tidak terlalu tebal dan cukup nyaman sebagai alas tidurnya. Lebih baik memilih tempat tidur yang dilengkapi dengan kelambu sehingga anda tak perlu lagi harus menggunakan obat nyamuk berbahaya untuk melindungi si kecil dari gigitan nyamuk.

Pastikan juga anda menggunakan selimut dan sprei dari bahan katun karena selain dapat menyerap keringat, bahan tersebut juga nyaman untuk bayi anda. Pilihlah bantal mungil yang tipis dan tidak terlalu tebal. Bila bayi anda tidur, singkirkan semua boneka yang ada di dalam box bayi karena debu yang menempel pada boneka dapat menyebabkan bayi anda sakit.

Pilihlah tempat tidur yang dapat digerakkan atau diayunkan karena bayi menyukai gerakan searah. Saat ini juga dijual tempat tidur yang memiliki vibrator yang dapat menyenangkan bayi anda. Bayi menyukai gerakan yang searah dan tempat tidur yang dapat diayun dapat menenangkan bayi. Bila anda baru akan membeli tempat tidur bayi, cobalah untuk membeli tempat tidur yang dapat diayun-ayun.

bayi senang tidur di ayunanTapi bila anda sudah memiliki tempat tidur bayi bekas anak pertama atau bekas kolega anda, anda juga dapat menidurkan bayi di ayunan bayi yang dapat anda buat sendiri dari kain. Bayi yang diayun-ayun dengan gerakan yang pelan dan terarah dapat tertidur dengan cepat.

Bagi masyarakat Indonesia, biasanya bayi tidur sekamar atau bahkan seranjang dengan orang tuanya. Terkadang para orang tua merasa tidak tega harus meninggalkan bayinya yang masih kecil di kamar lain.

Hal ini berbeda dengan masyarakat barat yang memisahkan bayinya untuk tidur di kamar bayi itu sendiri sejak mereka masih berumur hari. Biasanya mereka memasang semacam walkie-talkie yang dibiarkan menyala sepanjang malam sehingga bila bayi mereka menangis orang tua dapat mendengarnya.

Hal ini dimaksudkan untuk melatih kemandirian bayi mereka sejak kecil dan juga memberikan privasi kepada kedua orang tua. Namun hal ini tergantung pilihan anda, jika anda tidak tega untuk tidur terpisah dengan buah hati anda, jangan menidurkan bayi anda di ruangan terpisah. Namun perlu diingat bahwa anda dan pasangan anda pun berhak atas privasi dan pada umur tertentu, anda harus tidur terpisah dengan anak anda.

Selain meningkatkan kemandirian, hal ini juga menghindarkan anak anda terbangun dan memergoki anda sedang berhubungan badan dengan pasangan anda. Hal ini akan sangat tidak baik untuk perkembangan psikologisnya.

4 Comments to “Tempat tidur bayi”

  1. siti habibah mengatakan:

    informasi yang sangat berguna!
    menanggapi orang barat dalam memperlakukan bayinya yang tidur terpisah bagi saya merepotkan! karena dalam rentangwaktu menyusui bayi kita dalam rentang waktu satu jam sekali kita harus menyusui bayi kita. atau mungkin karena mereka tidak menyusui bayinya!!!

  2. novie mengatakan:

    halo siti habibah… saya banyak punya teman orang Bule.. dan memang mereka biasanya tidur terpisah dari bayinya… tapi nyatanya teman2 saya itu menyusui bayinya secara ekslusive ASi, tanpa susu formula.
    ini bukan masalah menyusui tapi masalah melatih anak menjadi lebih independent seperti kultur mereka.
    demikian pendapat saya….

    novie

  3. Anie mengatakan:

    Saya sepakat sama mbak Novie, beberapa teman saya yang kebetulan juga bule dan ASI rata2 malah sampe 3tahun menempatkan bayinya tidur terpisah dari ortunya. Pas saya tanya “berarti kamu harus mondar-mandir dong?” Teman saya bilang, “Ya, itu konsekwensinya kalau memang mau anak kita mandiri, toh dia akan tahu bahwa orang tuanya selalu ada buat dia ketika dia membutuhkan kita.” Setelah saya pikir-pikir cara mereka hebat koq, itu pendapat saya.

    Tabik,

    Anie

  4. Sitha mengatakan:

    Bayi saya skrg berusia 4 bln & sejak usia 2 mgg tidurnya terpisah. Awalnya saya sakit batuk pilek,shg utk menghindari penularan bayi saya pisahkan tidurnya.Stl saya sembuh,malahan bayi saya tdk terbiasa tidur di kamar org tuanya.Dia mjd gelisah,walaupun mata terpejam ttp badannya selalu bergerak2.Stl saya pindahkan ke kamar & tidur diboksnya sendiri malahan bisa tertidur pulas.Bayi saya pun tetap rutin menyusui di malam hari biasanya pkl.1 dinihari & pkl.4 subuh.Selama tidur terpisah ini,saya & bayi tdk ada masalah.Malahan saya tetap bisa terjaga apabila bayi saya bangun utk menyusu & memang efeknya adalah bayi saya tdk manja.Apabila bangun di malam hari hanya sedikit mengerang atau menghisap2 tangannya,jarang sekali menangis & lbh mandiri.Jd ibu2 tdk perlu khawatir menidurkan bayi di kamar terpisah krn efek jangka pjgnya sgt positif,tp dilihat jg frekuensi menyusui di malam hari.Kalau cukup sering sebaiknya tetap sekamar agar sang ibu cukup istirahat apalg kalau ibunya bekerja.Menurut saya,tdk ada salahnya bayi mulai diajarkan kemandirian sejak dini.

Leave a Reply