PAKAR BAYI
Ibu Pintar | Bayi Sehat | Bayi Cerdas
Penyebab Bayi Muntah

Bayi yang kita sayangi, sering kali mengalami muntah. Sebagai orang tua, kita sering menjadi panik begitu buah hati kita muntah. Kepanikan biasanya terjadi karena kita tidak tahu penyebab bayi muntah sehingga kita tak paham apa yang sesungguhnya terjadi pada si bayi. Karena itu, alangkah baiknya jika orang tua mengetahui apa penyebab bayi muntah sehingga tak salah dalam mengambil tindakan.

Salah satu penyebab bayi muntah adalah masuk angin. Masuk angin sebetulnya hanya istilah awam karena dalam dunia kedokteran istilah ini tidak dikenal. Dalam dunia kedokteran, masuk angin hanyalah gejala awal dari suatu penyakit yang perlu didiagnosa lebih jauh.

Namun demikian, ada beberapa ciri bayi masuk angin yang bisa dikenali. Ciri ciri bayi masuk angin tersebut di antaranya;

1. Perubahan perilaku pada bayi. Bayi yang biasanya anteng, menjadi rewel dan cengeng.
2. Bayi tak mau makan, perutnya kembung disertai muntah. Kadang diikuti diare ringan, yang biasanya buang air besar 2 kali sehari, kini menjadi 3 kali.
3. Demam atau suhu badannya meninggi.

Ada beberapa tindakan yang bisa segera dilakukan orang tua jika bayinya masuk angin. Orang tua harus tahu cara merawat bayi masuk angin. Cara merawat bayi masuk angin yang dapat dilakukan orang tua adalah:

1. Baluri bawang merah pada tubuh bayi. Bawang merah akan merangsang pembuluh darah dan saraf yang ada pada kulit bayi sehingga sirkulasi darah di sekitarnya menjadi lebih aktif dan terjadi pertukaran oksigen yang lebih banyak. Bayi jadi merasa lebih hangat dan segar. Harus hati-hati dalam membaluri tubuh bayi dengan bawang merah. Jangan terlalu keras karena bisa merusak kulit bayi, kulit bayi menjadi menghitam atau mengelupas. Karena itu, bawang merah sebaiknya jangan diberikan pada bayi berusia di bawah 6 bulan karena kulit tubuh si bayi masih sangat rentan.
2. Untuk bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan, balurilah tubuh bayi dengan minyak telon. Minyak telon bisa menghangatkan tubuh bayi namun tidak terlalu panas. Manfaat minyak telon sama dengan bawang merah pada sirkulasi darah dan oksigen di tubuh bayi.
3. Untuk mengatasi demamnya, orang tua bisa memberi bayi obat penurun panas. Namun, pemberian obat oral sendiri oleh orang tua hanya boleh diberikan pada bayi berusia di atas 6 bulan. Jika bayi masih di bawah 6 bulan, pemberian obat oral harus berdasarkan petunjuk dokter.

Seperti sudah disebutkan di atas, masuk angin merupakan gejala awal dari suat penyakit yang perlu didiagnosa lebih lanjut. Karenanya, jika dalam 3 hari gejala masuk angin tidak juga menurun, segeralah bawa bayi ke dokter untuk diperiksa lebih jauh. Bisa jadi itu hanya gejala awal dari penyakit campak atau gangguan pencernaan yang serius. Atau, jika sebelum 3 hari gejala masuk angin justru semakin menghebat, jangan tunda untuk segera membawa si buah hati ke dokter. Bukankah kita ingin buah hati kita itu selalu menjadi bayi sehat? Semoga tulisan ini bermanfaat.

Leave a Reply