PAKAR BAYI
Ibu Pintar | Bayi Sehat | Bayi Cerdas
Mengatasi Anak Hiperaktif

Anak hiperaktif dimasukkan ke dalam kategori anak-anak yang mengidap ADHD atau  Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Perlu diketahui, anak hiperaktif memang selalu bergerak dan terkesan nakal. Keinginan mereka harus dipenuhi sesegera mungkin dan tidak jarang anak hiperaktif akan melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa dipikir terlebih dahulu. Gangguan ini umumnya terjadi pada anak-anak yang berusia 7 tahun ke bawah, dan tentunya untuk mengatasi anak hiperaktif ini membutuhkan kesabaran yang besar serta perhatian khususnya dari orang tua anak yang bersangkutan.

Ada banyak cara mendidik anak hiperaktif. Misalnya saja dengan menerapkan disiplin anak tanpa harus menghukumnya secara berlebihan. Disiplin anak ini bisa dimulai dengan mengadakan perjanjian-perjanjian kecil antara orang tua dan anak, supaya anak hiperaktif lebih mengerti apa yang baik dan benar dengan cara yang tidak menyinggung mereka.

Anak hiperaktif pada umumnya memiliki kecerdasan yang mengagumkan namun hal ini sering tidak disadari oleh para orang tua karena kekhawatiran mereka. Jadi kecerdasan anak juga harus diperhatikan, dan lebih baik diarahkan ke hal-hal yang positif seperti hobi dan kegemarannya sehingga anak hiperaktif bisa menyalurkan keaktifan dan tenaga mereka pada hal yang tepat.

Yang terpenting harus dilakukan orang tua adalah tetap menjaga komunikasi dengan si anak dan memberikan kasih sayang lebih serta perhatian akan segala tingkah lakunya.

Selain itu, faktor makanan ternyata berpengaruh terhadap perilaku anak hiperaktif. Anak-anak umumnya menyukai makanan ringan dan manis. Makanan-makanan tersebut biasanya mengandung zat penambah rasa, pewarna, dan pemanis buatan yang bisa mendorong aktifnya hormon yang menyebabkan  kegelisahan pada anak.

Khusus bagi anak hiperaktif, sebaiknya dijauhi dari makanan-makanan yang mengandung zat-zat tersebut. Akan sangat membantu jika konsumsi anak hiperaktif lebih ditujukan pada makanan yang mengandung kalsium dan magnesium seperti sayuran dan kacang-kacangan karena terbukti makanan-makanan tersebut bisa membuat anak lebih tenang.

Jika anda adalah orang tua yang mengalami permasalahan ini, janganlah terlalu cemas dan panik. Akan lebih baik jika anda berkonsultasi pada dokter dan menerapkan beberapa cara di atas.

9 Comments to “Mengatasi Anak Hiperaktif”

  1. Bunda khesya-kheza mengatakan:

    Halo bunda, anak saya yg pertama prmpuan umurnya 3,5thn, adiknya laki2 umurnya 2 thn,mrka brdua ini aktif bgt,bhkan mnurut sy mrka hiperaktif krna smua benda d rmh bisa dijadikan mainan,selalu lari2 keliling rmh,sampai saya yg melihat pun cape tapi mereka kalau sy tnya engga cape, bgaimana penanganannya ya 2 anak sy hiperaktif smua.trimakasih

  2. rina mengatakan:

    ass.bunda. Saya ingin menanyakan anak saya laki2 umur 3 thn 1/2. Saya kdng bingung, terlalu aktif atau kelewat aktif sampai tengah mlm jg msh bermain. Bagaimana ya bunda cara menerapkan kedisiplinannya, soalnya anak laki2 saya ini bs dibilang agak pemarah dan keras kepala. Trm ksh bunda.

  3. BETARIA mengatakan:

    SAYA PUNYA ANAK UMUR 2 TAHUN 4BULAN PEREMPUAN ,YANG INGIN SAYA TAYAKAN APAKAH HIPERAKTIF ITU SEBUAH PNYKIT YNG MENGERIKAN BG ANK-ANK DIBWH 5 TAHUN UNTUK KEDEPANYA APABILA TIDAK ADA PENANGANAN SECARA KHUSUS? WALAUPUN ANKNYA HIPERAKTIF TP SECARA IQ NYA CEPAT MENANGKAP APA YANG KITA AJARKAN….SAYA MINTA SOLUSINYA UNTUK MENGATASI ANAK HIPERAKTIF TP CERDAS.

  4. BETARIA mengatakan:

    Bunda, saya mhon solusi untuk mengatasi anak yang tidak mau makan’mau makan kalau lg mood aja? makasih…

  5. Annisya Akbar mengatakan:

    Anak saya laki-laki,usianya skarang 2tahun 4 bulan.Dia sdh kelihatan aktif sejak dari dalam kandungan.Ketika hamil dulu bahkan saya tidak pernah merasakan mual.Dalam sehari saya makan berat hingga 5 kali,blm lg susu 3gelas,buah2an dan camilan lainnya.Ketika berat badan sdh naik 30kilo,dokter menyarankan saya utk mengurangi porsi makan.Saya pun melakukannya.Namun ternyata anak dlm kandungan saya sangat doyan makan.Ketika justru porsi saya kurangi, dia menendang-nendang hingga perut saya nyeri rasanya.
    Ketika dia lahir sampai mnginjak umur 5bulan,sudah tampak bhwa aktifnya luar biasa.Rs ingin tahunya jg sangat besar.Bhkan ketika dia belajar berjalan,dia belajar sendiri dg mendorong kursi plastik.Saya sebenarnya khawatir,tp dia betul2 menolak bantuan sy.Sejak saat itu saya mngamati perkembangannya dan sy simpulkan bhwa anak saya itu sangat mandiri.
    Kemudian mnginjak usia 1,5th terlihat sekali tingkat kecerdasannya diatas rata2 anak seumurannya namun tingkahnya betul2 mmbuat saya kelelahan.Kemudian saya konsultasi ke psikolog anak dan mendapat kesimpulan bahwa anak saya termasuk overaktif dan memiliki kecerdasan kinestetik.Intinya sekali melihat sesuatu,anak sy langsung bisa mempraktikkannya di rumah.Dan dia sangat kuat berlari dan menggerakkan anggota badannya.Nafsu makannya sgt besar,tidak menolak segala jenis susu formula,doyan makan buah..blm lagi camilan seperti kue,biskuit dll.Woooww!!
    Aktifitasnya luar biasa+nafsu makannya jg,namun tak mmbuatnya obesitas krn berat badan selalu normal.Sebagai tambahan,saya memberinya ASI eksklusif selama 2th penuh.Dan br sy kenalkan susu formula pd usia 1,5tahun.Itupun hanya 1hari sekali.
    Baru2 ini sy priksakan lagi ke psikolog dan dokter anak,hasilnya anak saya masuk kategori hiperaktif…well…saya memang perlu saran dr para ahli utk mengangani anak sy ini.Tingkahnya yg melelahkan membuat saya kadang2 kuwalahan.satu hal yg membuat saya bangga dengannya…anak saya punya empati yg sangat tinggi terhadap teman2 atau siapa saja.Dia tdk pernah memukul atau merebut mainannya temannya,justru dia selalu membagi-bagikan mainannya utk mereka.Satu poin lagi….disaat anak-anak lainnya sibuk menarik-narik mobil-mobilannya,anak saya justru belajar mempreteli mobil dan memasangnya kembali.Bhkan dia paham betul cara kerja sepeda/sepeda motor dan benda2 ‘asli’lainnya.
    Karena saking aktifnya,anak saya juga agak terlambat bicaranya.namun dia paham dan mngerti ketika saya ajak komunikasi.Yahh…para bunda…kesabaran adalah kuncinya utk menangani anak hiperaktif seperti anak saya.Selelah apapun bunda…bunda hrs selalu kuat utk anak tercinta.Inilah sharing saya,semoga bermanfaat

  6. Nini mengatakan:

    Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, terapi wicara, sensori integrasi, behavior terapi,fisioterapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882

  7. reni mengatakan:

    Bunda tolong bantuannya ý,,,
    Saya pny ank perempuan umur 2 th 4 bln. Ank sy susah sekali untuk diam. Slalu bergerak g kenal cape,sy yg liatnya cape. Tdk mau dilarang dan suka manjat2. Sy kewalahan dan sering sy marah klo sdh emosi. Dari bayi sampe sekarang susah buat tidurr mlm. Tdr mlm nya selalu lewat dari jamm 12 mlm. Tp ank sy pintar,lancar berbicara dan slalu nyambung klo berkomunikasi. ª[̲̅̅P̲̅]ª yg hrs saya lakukan untuk menangani ank saya yg susah untuk diam ini. Terima kasih

  8. chrisna mengatakan:

    dear,
    anak kedua saya berusia 2 th 8 bl. sangat aktif sekali. anak pertama saya yang berusia 4 th selalu mengalah. jika dia tidak suka dia selalu memukul kakaknya. terkadang sikapnya terlalu berlebihan. sangat senang bermain diluar rumah (halaman). apalagi klo diajak jalan-jalan (mall) sy dan suami selalu kewalahan. namun jika diajarkan sesuatu cepat mengerti. bahkan menurut saya lebih cerdas dari kakaknya. yang ingin saya tanyakan apakah anak saya tergolong anak hiperaktif?jika hiperaktif apakah penyakit tsb dapat sembuh dengan sendirinya atau harus diterapi?

    demikian,
    terima kasih

  9. novie mengatakan:

    Saya baru menyadari kalau anak pertama saya memiliki kecenderungan ciri2 anak yg mengalami ADHD, walau saat ini saya belum pernah memeriksakannya secara langsung ke sebuah lembaga yg khusus menangani ttg tumbuh kembang anak. Hal ini saya sadari baru2 ini saja, setelah saya melahirkan anak kedua saya. Awalnya hanya berpikir mgkin hanya perasaan jealous yg membuat dia jd sering berpikir dan bertingkah aneh, lama2 spt’nya menjadi sangat sulit untuk diatasi. Apa mungkin ADHD ini bs timbul berawal dari rasa jealous? Atau apakah harus menuruti apa yang dia kehendaki?

Leave a Reply