PAKAR BAYI
Ibu Pintar | Bayi Sehat | Bayi Cerdas
Jangan sering meninggalkan anak, pengaruh psikologis

Setiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, kadang orang tua sulit untuk memahami kepribadian anak, Untuk dapat memahami kepribadian tidak mudah karena kepribadian merupakan masalah yang kompleks. Kepribadian itu sendiri bukan hanya melekat pada diri seseorang, tetapi lebih merupakan hasil suatu pertumbuhan yang lama dalam suatu lingkungan budaya. Disini orangtua berperan penting dalam membentuk psikologis anak.

Setiap orang tua mempunyai kesibukan tersendiri, dimana kesibukan tersebut harus meninggalkan anak dirumah.
Kadang kita sebagai orang tua tidak menyadari psikologis anak, akan bagaimana jika sering kita tinggalkan, bila kita lihat secara saksama banyak anak yang ditinggalkan oleh orang tua dalam hal pekerjaan atau keperluan yang mendadak. Disini kita tekankan dalam dampak psikologis anak jika sering ditinggalkan. Nah, kita harus tahu dampak psikologis apa yang akan dialami oleh anak selama kita sering meninggalkan anak, diantaranya:

  1. Anak merasa tidak diperhatikan, anak selalu beranggapan “orang tua saya lebih mementingkan kebutuhannya, dari pada kebutuhan saya”
  2. Anak tidak akan akrab dengan kita. Banyak anak yang ditinggalkan dengan orang lain, suatu saat ketika kita bersama anak, anak tersebut tidak akan bisa mengenal kita lebih jauh biasanya mereka akrab dengan orang yang selalu bersamanya setiap saat.
  3. Anak akan tertutup. Banyak anak yang tertutup gara-gara mereka sering ditinggalkan karena mereka merasa kita bukan tempat curhat yang baik, mungkin dengan kesibukan kita yang jarang dirumah.
  4. Orang tua tidak akan mengenal jauh tentang psikologis anak.
  5. Kadang anak selalu menangis terus.

Setelah kita mengetahui dampak psikologis anak, kita harus bisa mempunyai solusi bagaimana untuk mengatasi dampak psikologis tersebut, sebagai orang tua baru menyadarinya setelah mengetahui sifat-sifat yang dimiliki anak. Oleh karena itu kita harus mengatasi dampak psikologis tersebut dengan cara:

  1. Berikan waktu kita untuk anak walaupun 1 jam
  2. Berikan perhatian yang lebih
  3. Bertanya pada anak, apa yang mereka inginkan selama kita ada di rumah.
  4. Diskusi antara anak dan orang tua.
  5. Usahakan anak bisa terus terang pada kita.
  6. Beri kata-kata yang lembut, supaya anak tersebut tidak merasa disisihkan.
  7. Berikan pengertian pada anak ketika meninggalkan anak.

Ternyata, kita sering meninggalkan anak, akan berpengaruh pada psikologis anak. Maka janganlah kita sering meninggalkan anak dengan orang lain.

8 Comments to “Jangan sering meninggalkan anak, pengaruh psikologis”

  1. deny mengatakan:

    terima kasih atas infonya, infonya sangat membantu saya dalam mengurus rumah tangga saya.

    • Fathur Rozi mengatakan:

      Saya baru mempunyai anak pertama setelah 5th menikah. sekarang baru umur 1th. Anak saya lahir prematur dan rentan sakit. karena kesibukan kerja anak dan istri tinggal dirumah mertua. 1 sampai 2 kali seminggu saya kumpul dengan anak dalam durasi hanya kurang lebih 7-8 jam kecuali hari libur tiap bulannya. gimana cara mengatasi psikologi anak yang sering saya tinggalkan.

  2. baidawi mengatakan:

    trimakasih…
    sy ada masalah dengan bayi saya, punggungnya gatel2 mungkin disebabkan produksi kringatnya tinggi. mohon solusinya..

  3. mama javas mengatakan:

    info yg sgt bmanfaat, kbtln anak sy lg rewel2nya, apalagi kalo di tinggal.
    #bp baidawi, salah masuk link. maaf, mungkin anda bisa masuk ke link ini http://pakarbayi.com/penyakit-kulit-bayi.html/comment-page-1#comment-2104

  4. nurul mengatakan:

    tanks atas infonya. ada permasalahan lagi nich…….anak saya akhir2 ini mudah sekali marah, bila d tanya tak perna jwb malah ngambek. mungkin dia protes kali sering kali saya tinggal mengajar.

  5. DARMADI mengatakan:

    Terima kasih infonya….tapi harus gmna lagi..saya kerja n istri jga krja…tpa kami ngk sllu prhatian..n sllu meluangkan waktu liburan buat anak kami trcinta,sehingga si anak akan sllu merasa di sayangi n dikasihi oleh ortunya…..

  6. mamaadiv mengatakan:

    ada benernya juga..
    sy akan lebih memperhatikan anak lg, walopun plg dr kerja sy kecapekan

  7. sujiana mengatakan:

    saya dan suami kerja plg sampai rumah sdh jam 7 malam, anak yang pertama sering marah dan tidak terbuka, anak kedua merasa gak pernah diperhatikan, gmn agar anak yang ketiga tidak merasakan hal tersebut ????? dan bagaimana cara mengatasi permasalahan saya supaya anak-anak saya bisa terbuka

Leave a Reply