<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>PAKAR BAYI.COM</title>
	<link>http://pakarbayi.com</link>
	<description>Ibu Pintar Bayi Sehat &#38; Cerdas</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:41:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Surat Pembaca</title>
		<link>http://pakarbayi.com/surat-pembaca-2.html</link>
		<comments>http://pakarbayi.com/surat-pembaca-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 02:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakarbayi.com/surat-pembaca-2.html</guid>
		<description><![CDATA[Dear  Pakar Bayi.com
Bayi saya laki-laki, umur 15 hari (per 9 Okt 2008) berat badan 4 Kg.
Kemarin dia muntah dan dari hidungnya keluar cairan setelaha habis menyusui.. yang membuat saya dan istri heran, dia tidak menangis.. kita khawatir ada terjadi apa-apa dengan dia..
Yang ingin saya tanyakan;
1.Apa yang sebenarnya terjadi dengan bayi kami?
2.Saya dengar dari tetangga, katanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear  Pakar Bayi.com<br />
Bayi saya laki-laki, umur 15 hari (per 9 Okt 2008) berat badan 4 Kg.<br />
Kemarin dia muntah dan dari hidungnya keluar cairan setelaha habis menyusui.. yang membuat saya dan istri heran, dia tidak menangis.. kita khawatir ada terjadi apa-apa dengan dia..<br />
Yang ingin saya tanyakan;<br />
1.Apa yang sebenarnya terjadi dengan bayi kami?<br />
2.Saya dengar dari tetangga, katanya kejadian yang sama pernah menimpa anaknya dan dia periksa ke klinik, penyebabnya karena ASI ibu basi, jadi disarankan pagi hari sebelum menyusui, ASI di buang sedikit sebelum diberikan kepada bayi, apakah itu benar?<br />
3. Apakah kemungkinan lain karena bayi habis menyususi tidak disendawain?<br />
4. Kalau seandainya bayi tidak disendawain, apa efek terburuk yang mungkin timbul? dan apakah setiap kali menyususi harus di semdawain? Soalnya anak kami suka tidur sambil menyusui, dan kalau dia kita sendawain, dia bangun dan minta menyusui lagi..<br />
5. Apa yang sebaiknya kami lakukan agar hal serupa tidak terjadi lagi..apakah harus segera di periksakan kedokter, soalnya si bayi tidak menangis..<br />
6. Pada saat hal tersebut terjadi lagi nantinya, tindakan apa yang sebaiknya dilakukan segera untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan??</p>
<p>Thanks,<br />
BR,<br />
David Purba</p>
No Tags]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakarbayi.com/surat-pembaca-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Pembaca</title>
		<link>http://pakarbayi.com/surat-pembaca.html</link>
		<comments>http://pakarbayi.com/surat-pembaca.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 04:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakarbayi.com/surat-pembaca.html</guid>
		<description><![CDATA[Bayi kami berusia 3 bulan, perempuan.Waktu lahir dia dicurigai mengidap hernia ingunialis.Tapi setelah diobservasi oleh 2 dr yg lain,katanya sih tidak ada hernia.Karena tidak ada benjolan yg tampak, tinggal dilihat saja perkembangannya bagiamana.Dan selama ini saya melihat dia normal2 saja.Hanya saja beberapa hari ini dia rewel, tetapi tidak panas.Mungkin seperti masuk angin, keluar keringat dingin, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: 'Courier New'; font-size: 12px; color: #000000; background-color: transparent">Bayi kami berusia 3 bulan, perempuan.Waktu lahir dia dicurigai mengidap hernia ingunialis.Tapi setelah diobservasi oleh 2 dr yg lain,katanya sih tidak ada hernia.Karena tidak ada benjolan yg tampak, tinggal dilihat saja perkembangannya bagiamana.Dan selama ini saya melihat dia normal2 saja.Hanya saja beberapa hari ini dia rewel, tetapi tidak panas.Mungkin seperti masuk angin, keluar keringat dingin, kaki dan tangannya dingin, serta menolak minum susu.Saya baluri dia dengan minyak telon dan obat cina khusus bayi yg bisa meredakan kembung.Apa sebenarnya penyakit bayi saya?benarkah masuk angin biasa atau karena hernia?Bagaimana caranya supaya dia mau minum susu kembali?terima kasih!</span></p>
No Tags]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakarbayi.com/surat-pembaca.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Inveksi Kulit akibat Virus</title>
		<link>http://pakarbayi.com/inveksi-kulit-akibat-virus.html</link>
		<comments>http://pakarbayi.com/inveksi-kulit-akibat-virus.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 10:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakarbayi.com/inveksi-kulit-akibat-virus.html</guid>
		<description><![CDATA[Infeksi Virus
Penyakit kulit yang termasuk infeksi virus yaitu:
 1. Cacar Air
Disebabkan Varicella Zoster Virus (VZV). Cacar air berbeda dengan cacar atau infeksi kulit yang disebabkan virus variola. Cacar air ditularkan melalui udara atau berpindahnya isi cairan. Jika masih stadium lenting-lenting isi air, harus dijaga agar lenting-lenting itu tidak pecah. Karena, bila tidak pecah dan diberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Infeksi Virus<br />
Penyakit kulit yang termasuk infeksi virus yaitu:<br />
<em> 1. Cacar Air</em><br />
Disebabkan Varicella Zoster Virus (VZV). Cacar air berbeda dengan cacar atau infeksi kulit yang disebabkan virus variola. Cacar air ditularkan melalui udara atau berpindahnya isi cairan. Jika masih stadium lenting-lenting isi air, harus dijaga agar lenting-lenting itu tidak pecah. Karena, bila tidak pecah dan diberi obat yang baik, maka akan direabsorbsi oleh tubuh hingga tidak meninggalkan bekas.<br />
Bayi/anak yang pernah terinfeksi VZV akan mengalami kekebalan tetapi kekebalan ini sifatnya hanya sebagian. Jadi, suatu saat bayi/anak dapat terinfeksi VZV lagi. Pada infeksi pertama, VZV menyebar melalui aliran darah dan saat penyembuhan virus akan berdiam di simpul saraf. Jika suatu saat bayi/anak tersebut berkontak lagi dengan VZV dan kebetulan kondisi tubuhnya sedang menurun, dapat terjadi infeksi Herpes Zoster (cacar ular). Pada keadaan ini, terjadi reaktivasi VZV dan virus akan keluar dari tempat persembunyian, lalu menyebar mengikuti persarafan kulit yang terkena.</p>
<p><em>2. Moluskum Kontagiosum (MK)</em><br />
Penyakit kulit ini cirinya mirip kutil, namun pada Moluskum Kontagiosum permukaan kulit terasa halus, berbeda dengan kutil yang kasar. Isinya seperti jerawat batu tapi lebih gendut, dengan bagian tengah berbentuk agak cekung. Biasanya Moluskum Kontagiosum sulit diketahui awam, bahkan dokter umum pun kadang salah menganalisa. Moluskum Kontagiosum sangat infeksius, jika ada satu, lalu si kecil garuk-garuk, akan menyebar ke mana-mana.</p>
<p>Cara mencegahnya cukup dengan menjaga higiene kulit dan mencegah kontak dengan penderita.</p>
No Tags]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakarbayi.com/inveksi-kulit-akibat-virus.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
